Ubi Jalar dan Demam Berdarah

I. Pengantar

Ubi Jalar atau Ketela Rambat (Ipomoea batatas L.) adalah sejenis tanaman budidaya. Bagian tanaman yang sering dimanfaatkan adalah akarnya yang membentuk umbi dengan kadar karbohidrat yang tinggi. Di Afrika, umbi Ubi Jalar menjadi salah satu sumber makanan pokok yang penting. Di Indonesia, selain dimanfaatkan umbinya, daun muda Ubi Jalar juga dibuat sayuran. Selain itu, beberapa jenis Ubi Jalar dapat dijadikan tanaman hias karena keindahan daunnya.

Terdapat dua pendapat yang menyatakan asal usul Ubi Jalar. Pendapat yang pertama menyatakan bahwa Ubi Jalar berasal dari Amerika Selatan, sedangkan pendapat kedua menyatakan bahwa Ubi Jalar berasal dari Papua. Beberapa kalangan yang tidak menyetujui bahwa Ubi Jalar berasal dari Papua berpendapat bahwa orang Indian telah berlayar menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan Ubi Jalar ke Asia. Akan tetapi, beberapa kalangan menentang pernyataan tersebut karena bertentangan dengan fakta-fakta klimatologi dan antropologi.

II. Fungsi

Selain sebagai makanan pengganti nasi atau tanaman hias, Ubi Jalar ternyata dapat berfungsi sebagai obat demam berdarah atau yang kita kenal sebagai DBD. Penyakit yang disebabkan oleh Nyamuk Aedes Aegypti ini  ternyata terjadi karena Virus dengue yang dibawa oleh Nyamuk Aedes Aegypti tersebut masuk ke dalam tubuh manusia. Di dalam tubuh manusia Virus Dengue tersebut menyerang Monosit (salah satu tipe sel darah putih) yang berfungsi untuk membangun daya tahan tubuh. Akibat dari rusaknya monosit tersebut berdampak terhadap menurunnya jumlah Trombosit di dalam tubuh. Menurunnya jumlah Trombosit dapat mengakibatkan pendarahan yang beresiko kematian. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan penderita dari kematian adalah meningkatkan jumlah Trombosit yang ada di dalam tubuh penderita.

Menurut beberapa ahli penyakit dalam dan herbalis, kandungan Polifenol dalam daun Ubi Jalar dapat digunakan sebagai antioksidan untuk memperbaiki sistem imun atau kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang terdongkrak menyebabkan tubuh mampu untuk melawan virus yang menyerang tubuh. Rebusan daun Ubi Jalar ini biasanya berguna jika trombosit penderita belum berada di bawah 50.000. Berdasarkan hasil penelitian, setiap 100 gram daun Ubi Jalar segar kultivar suioh mengandung 117 mg kalsium, 1,8 mg besi, 3,5 mg karoten. Selain itu daun Ipomoea Batatas mengandung 7,2 mg vitamin C, 1,6 mg vitamin E, dan 0,5 mg vitamin K, vitamin B, betakaroten, serta protein. Selain itu, hasil penelitian juga membuktikan bahwa daun Ubi Jalar kaya akan kandungan 15 antosianin dan 6 jenis polifenol dan asam fenolik. Asam fenolik yang terkandung seperti dicaffeoilqynat, asam dicaffeoilquinat, mokodaffeoilquinat, dan kaffeat. Selain sebagai obat DBD kandungan antosianin dan polifenol dalam Ubi Jalar juga berfungsi sebagai antioksidan, antiperadangan, bahkan antikanker.

III. Pesan bagi Pembaca

Bagi para pembaca yang membaca tulisan ini perlu saya peringatkan bahwa yang digunakan sebagai obat DBD adalah daun Ubi jalar bukan daun Singkong. Hal ini perlu saya tulis karena ada beberapa teman yang protes kepada saya karena trombosit di dalam tubuhnya tidak mengalami peningkatan setelah mengalami kekenyangan gara-gara terlalu banyak memakan daun Singkong.

Gallery | This entry was posted in Another Science. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s